Laman

Ini Tentang Dunia Kita, Dunia Antara Kau dan Aku

Dengan asma sang kekasih

Rabu, 07 April 2010

Mengenang mu………….

Aku menulis ini, hanya untuk mengatakan pada dunia bahwa engkau adalah sosok agung yang senantiasa terbalut kesucian air wudhu, tak pernah kutemukan mendung dalam wajahmu, kau senantiasa tersenyum pada kenyataan yang kau lalui, saat kesedihan menimpamu, pun saat bahagia menyergapmu. Aku kadang tak habis pikir denganmu, dengan caramu memandang dunia, kau selalu menganggap dunia ini sebagai permainan belaka dan perantara menuju singgasanaNya, kau menganggap dunia ini sebentar saja dan kau melaluinya dengan santai. Tiada kesusahan yang kau tampakkan, tiada keresahan yang kau ucapkan, apakah Tuhan tidak pernah mengujimu dengan masalah yang kau rasa berat?kadang aku selalu bertanya seperti itu, dan seperti biasa kau hanya membalasnya dengan senyuman.
Engkau yang ku kagumi karena shalatnya, adakah gerangan sesuatu yang membuatmu gundah gulana?maukah engkau berbagi keluh kesah denganku?aku siap menampungnya dengan mangkuk jiwa yang telah aku persiapkan sejak lama, aku siap mendengarkannya dengan perhatian yang penuh dan tak akan kubiarkan konsentrasiku terganggu karena hal lain. Engkau yang tak pernah bersedih, tak adakah kesedihan dalam hatimu berkenaan dengan kenyataan-kenyataan pahit yang kau alami?
Duhai jiwa yang senantiasa berbahagia, kadang-kadang aku malu pada diriku sendiri, aku selalu berkeluh kesah oleh hal-hal kecil yang Tuhan berikan padaku, aku selalu menghabiskan airmataku oleh kesedihan kecil yang kualami, aku selalu menganggap dunia ini sebagai cobaan yang berat yang seakan aku tak sanggup memikulnya. Sungguh aku ingin senantiasa bersamamu dan belajar banyak darimu tentang makna hidup dan cara menghadapi hidup dengan senyuman, aku ingin tetap bersamamu agar aku bisa menghadapi kenyataan dengan jiwa besar, aku ingin selalu bersamamu, selamanya.
Caramu memandang hidup membuatku harus mengacungkan kedua ibu jariku, tak ada keluh kesah, tak ada penyesalan, semuanya kau hadapi tanpa beban. Kau selalu berkata kalau semua masalah pasti ada jalan keluarnya, kau begitu bersahaja dalam hidup, tak adakah keindahan dunia yang menarik perhatianmu?
Duhai engkau yang selalu menghabiskan sepertiga malam untuk memadu kasih dengan Tuhan, yang selalu menangis atas dosa yang diperbuat, adakah dosa besar yang kau perbuat sampai kau menghabiskan airmatamu sedemikan rupa seakan kau telah membunuh sebuah jiwa? Duhai engkau yang selalu menghiasi diri dengan takwa, adakah rahasia yang kau sembunyikan dariku berkenaan dengan kesusahanmu atau kesedihanmu? Apakah rahasiamu dalam menghadapi hidup, yang sejak kau pergi terasa begitu memilukan hatiku?
Aku terkadang selalu berkata pada Tuhan, kenapa Dia memanggilmu dengan cepat? Kenapa semua begitu cepat berakhir? Duhai kau yang selalu memberiku semangat untuk menjalani hidup, aku begitu kehilanganmu sejak kau meninggalkanku sedang aku baru belajar berdiri sendiri untuk menghadapi kenyataan. Tetapi aku selalu ingat apa yang selalu kau katakan padaku, bahwa kita hidup atas kehendakNya, dan kita tak mungkin bisa menentang takdirNya. Dan takdir telah mengambil kau dari ku.
Dalam kenangan kini, aku ingin kau melihatku dari keabadian, aku telah mengikuti jalanmu, aku mulai terbiasa mereguk kepahitan sambil tersenyum, aku mulai terbiasa menutup malam dengan tangisan, dan aku mulai berani menyerahkan hatiku pada kekasih Jiwa kita, aku kini mengerti rahasia yang kau sembunyikan dariku, aku kini tahu kalau shalat adalah jawaban dari seluruh kegelisahanmu.
Engkau yang namanya abadi dalam hatiku, aku ingin kau tersenyum dengan perubahanku, aku ingin kau bahagia dalam keabadianmu, dan semoga kau tak pernah menyesal berteman denganku, sebagaimana aku yang begitu bangga pernah memilikimu.
Kupandangi langit malam yang bertabur bintang, kudapati engkau tersenyum padaku….

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Yuukk di komen-komen yaa...