Laman

Ini Tentang Dunia Kita, Dunia Antara Kau dan Aku

Dengan asma sang kekasih

Sabtu, 07 Agustus 2010

Laut

Hatiku terpaut laut
Tempat dimana masa kecil kulalui
Deburannya ombaknya memberi semangat dalam setiap langkah
Batuan karangnya memberi ketegaran menjalani hidup

Aku sering kesana
Setiap kali hatiku gundah
Berbagi kepedihan dengan deburan ombak

Senjanya yang menawan
Selalu mengundang hadirnya diriku
Laut,
Tempat aku berbagi kehidupan

Kini
Deburan ombaknya selalu menggema dihati
Pertanda dini hari
Membangunkan mimpi

Aku rindu
Menjamah gelombang
Menikmati angin
Melihat awan dihamparan yang tak bertepi

aku ingin
bersembunyi dibalik gelombang
menulis kepedihan diatas pasir
aku rindu
lautku yang biru
tanah kelahiran yang rupawan

sungguh aku rindu....
laut tempatku berbagi harapan dan kenangan

(06-08-2010)

Inikah cinta?

Inikah cinta?
Yang tak pernah mampu berpisah meski seringkali disakiti?
Telah ku korbankan semua
Dan ternyata
Kusalah mengambil pilihan
Sia-sia menyesalinya
Hidup kadang tak cukup dengan penyesalan
Untuk bangkit, yang kita perlukan adalah kekuatan
Kekuatan untuk mampu berdiri diatas kaki sendiri
Untuk mampu bangun dari keterpurukan
Dan hanya diri kita sendiri yang mampu merubahnya
Bahkan orang yang kita (sangka) mencintai dan (berharap) bisa membahagiakan
Hanyalah meninggalkan kenangan sakit dan luka yang dalam
Separah itukah kehidupan?

Inikah takdir itu?

Waktu membelenggu
Dalam takdir yang kacau
Dalam hidup yang senyap
Inikah pilihan itu?
Kebahagiaan bagai fatamorgana
Dan ku terjebak dalam keangkuhan
Terkungkung dalam kepohangan melawan takdir
Haruskah ku menyesalinya?
Sia-sia belaka
Dan diam adalah jawaban….
Tak mungkin ku berharap pada angin
Merubah karang selembut salju

(26 Juli 2010)

Kau

Kau hadir diusiaku yang beranjak remaja
Memberi kisah bahagia
Namun kubalas luka

Kau memberiku kebaikan
Namun kubalas tuba
Sesal….
Haruskah kusesalinya
Ketika kenangan merobek relung jiwa
Ketika hadirmu memberi warna
Ketika adamu memberiku tawa

Kukira bahagia adalah masa depan
Meninggalkan menjadi sesal
Kini hanya pilu
Mengenang dalam ketidakmungkinan
Penyesalan kemudian tiada guna
kini yang ters isa hanya lah airmata
dan maaf yang tak pernah terucapkan
(untuk AR)
27-07-2010

Diam

Aku ingin diam
Ketika kata-kata menjadi teramat menyakitkan
Aku akan sembunyi
Dibalik untaian kalimat

Aku membisu
Memilih takdir pilu

Aku ingin diam
Biar semua rasa terkubur angan
Dalam waktu yang panjang

Aku ingin diam
Tak lagi percaya kata-kata

(27-07-2010)