Laman

Ini Tentang Dunia Kita, Dunia Antara Kau dan Aku

Dengan asma sang kekasih

Senin, 15 Agustus 2011

Belajar Sabar Dari Lautan

Seorang kawan bertutur padaku tentang kisahnya yang menyedihkan hati dan membuatnya bete setengah mati, lalu dia bertanya apa resep sabar dan ikhlas agar dia bisa menerima jalan hidupnya dengan lapang dada. Hemm.. lalu kukatakan padanya aku pun bukan termasuk orang yang sabar, aku masih belajar meraba-raba memaknai kehendakNya, kadang kala masalah yang datang selalu menyesakkan hati, memberi aroma pedih yang menyayat bagai belati, rasanya lucu juga kalo dia bertanya apa resep sabar padaku.


Sabar dan ikhlas, aku memaknainya sebagai sesuatu yang gampang diucapkan tapi susah untuk dilakukan. Selalu, setiap kali kita mendapati suatu musibah atau hal yang tidak mengenakkan hati, orang-orang disekeliling kita hanya memberi 1 obat yang paling mujarab yaitu sabar. Ya, sabar, lalu ikhlas. 

Kalo kita ingin belajar sabar dan ikhlas, lihatlah samudera di selatan sana, selalu menerima setiap benda yang disapu gelombang, tak peduli apakah membawa kebaikan atau malah mengotori birunya air laut, pantai menghadiahkan samudera sandal jepit rusak, ranting pepohonan, sampah, botol plastik, bahkan mayat manusia, apakah samudera selalu protes? tidak, bahkan dengan tenang menerima apa yang dihadiahkan oleh daratan. Kadang-kala mengembalikannya melalui ombak yang bergulung ketepian, namun seringkali menghayutkannya ke samudera nan luas.

Sesungguhnya aku pun ingin belajar seperti lautan, belajar menerima banyak hal tanpa harus mengeluh dan sakit hati. Membalas kejahatan dengan kebaikan tapi aku hanyalah perempuan biasa, yang tak pernah mampu bersabar atau setidaknya sedang berusaha  untuk bersabar, jadi ketika kawanku meminta resep sabar dan ikhlas, maka aku hanya mampu menghadiahinya senyuman dan doa semoga dia mampu melewatkan takdirnya dengan tenang dan nyaman ^_^.

Sabar adalah perwujudan dari keimanan dan keyakinan kita akan kasih sayang Allah Swt, kita tidak akan mungkin bisa sabar jika kita selalu berburuk sangka pada Allah, sebagaimana Allah telah berfirman " Hai, orang-orang beriman, jadikanlah sabar dan sholat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah bersama orang yang sabar" (QS:Al-baqarah : 153). Sabar dan ikhlas adalah kunci utama dalam mengarungi kehidupan, coba kita pikirkan, apa yang terjadi dalam hidup kita semuanya telah tertulis di Lauhfudz Mahfuzh, takdir telah Allah bentangkan dalam kain kehidupan kita, kita hanya berusaha untuk menjalani sebaik mungkin, jika pun dalam perjalanan kita akan menemui banyak permasalahan, maka itu adalah ujian keimanan kita, ujian agar kita menjadi pribadi yang kuat, jadi meskipun kita menolak dan tidak bersikap sabar, takdir kita tetaplah akan berjalan sebagaimana ketentuanNya, sabar dan ikhlas adalah sikap kita untuk meringankan permasalahan dan agar kita bisa mengambil hikmah dari apa yang terjadi dalam hidup kita.

So apakah kita akan menjadi pribadi yang sabar atau sebaliknya itu tergantung dari pilihan kita, tergantung sejauh mana kita memandang permasalahan dan kehidupan.

Semoga Allah menjadikan kita sebagai orang yang pandai bersyukur dan bersabar...

1 komentar:

  1. andaikan aku menemukan wujud sabar dan iklhas tuhan pasti bersamaku

    BalasHapus

Yuukk di komen-komen yaa...