Laman

Ini Tentang Dunia Kita, Dunia Antara Kau dan Aku

Dengan asma sang kekasih

Sabtu, 27 Agustus 2011

Menjadi Ibu Rumah Tangga Itu Menyenangkan


Sudah dua hari asisten rumah tanggaku mudik, dan dua hari pula aku menjadi full time mother. Sebenarnya tahun ini tidak terlalu repot mengurus masalah kerjaan dan rumah seperti tahun-tahun yang lalu mengingat Hafiz sudah semakin besar dan sudah bisa melakukan banyak hal sendiri.
Berada dirumah menikmati liburan dengan menjadi full time mother alias ibu rumah tangga sungguh menyenangkan, betapa tidak, aku memiliki banyak waktu luang untuk mengerjakan banyak hal. Kadang, waktu seperti inilah yang aku dambakan, berada dirumah seharian, melihat perkembangan anak, bermain bersama anak, membereskan rumah dan banyak hal lainnya dan ternyata menjadi ibu rumah tangga itu menyenangkan ^_*. 

Setiap perempuan pasti akan menjadi ibu rumah tangga. Perempuan yang bekerja maupun yang tidak bekerja memiliki tanggungjawab yang sama yaitu mengatur kehidupan rumah tangganya dengan baik. Di Indonesia sebagian orang minder menjadi ibu rumah tangga apalagi jika dia lulusan sarjana, mengingat si Ibu RT ini selalu dianggap "rendah" oleh lingkungan, terkadang ada suara-suara sumbang yang mengatakan "tuuh kan perempuan sekolah tinggi-tinggi tetap aja ujung-ujungnya ngurus anak, cuma diam dirumah" (itu pernah aku rasain sebelum aku kembali bekerja) seolah-olah perempuan itu tidak boleh memperoleh pendidikan tinggi dan hanya harus pandai mengurus permasalahan domestik (sumur, dapur, kasur). Padahal ibu rumah tangga adalah pekerjaan mulia.

Mengurus rumah tangga sebagaimana diatur dalam Al-Qur'an adalah kewajiban perempuan, sebagaimana firmanNya “Dan hendaklah kamu (wanita) tetap di rumahmu.” (QS. Al-Ahzab [33] : 33). Namun tidak menutup kemungkinan selama ada kesempatan dan memperoleh izin dari suami, perempuan dapat mengaktualisasikan dirinya dengan bekerja, dengan catatan kita harus pandai membagi waktu antara pekerjaan dan rumah tangga. 

"seorang ibu rumah tangga dgn 1 anak yang lucu :)"
Aku mungkin beruntung bisa memperoleh kesempatan dan izin untuk bekerja, meskipun aku harus mengorbankan banyak waktu untuk meninggalkan anak, dan itu rasanya memang tidak membanggakan, bagaimana tidak kita meninggalkan anak seharian hanya dengan seorang asisten rumah tangga, rugi rasanya melewatkan banyak hal bersama anak, tapi begitulah, ketika kita memilih sesuatu maka kita pun harus mengorbankan sesuatu, dan dalam hal ibu rumah tangga yang bekerja, maka kita telah mengorbankan banyak waktu dengan meninggalkan anak. 

Dan saat saat libur seperti ini adalah keberuntungan itu, aku bisa menikmati banyak waktu bersama anak, mengurus rumah seperti apa yang aku inginkan dan menikmati tidur siang seperti yang aku dambakan.

7 komentar:

  1. semua perempuan adalah wanita, tp tidak semua perempuan adalah IBU dalam makna yang sebenarnya..! #kata2 yang diucapkan disalah satu film yang aku udah lupa judulnya. hehe...

    salam cubit buat dede-nya deh. :) hehe

    BalasHapus
  2. nice mah :)
    enak sih mamah anaknya gak nakal
    kalo aku dulu sih
    dinding penuh ama coretan hehehe
    sampe si mama stress :3

    BalasHapus
  3. @Bang ROe: hehehe yuph betul... waah kalo dicubit ntar marah-marah.. hehe

    @Fathan: laaah siapa bilang? anakku memang tidak nakal tapi sangat kreatif mencoret-coret dinding rumah, maen air, dan segala macam permainan khas anak lelaki, cuman ga dibikin stres aja.. suka kesel siih tapi ya pada akhirnya menyadari dia butuh sesuatu untuk menyalurkan kreatifitasnya hehehe..

    BalasHapus
  4. wah asyik ya mbak ^^

    mmm semoga suatu saat nanti saya jg bisa menjadi ibu yg baik. insyaAllah aamiin. doakan ya mbak? hehe :)

    BalasHapus
  5. @Rakyan: amiiinn... semoga, yang penting kita mau berusaha dan belajar hehehe

    BalasHapus
  6. salut bu... inti tulisan ini pada kalimat terakhir yah..?? :D karena sy juga mendambakannya... hehe

    BalasHapus
  7. @Andro: hehehe... boleh deh diatur.. :)

    BalasHapus

Yuukk di komen-komen yaa...