Laman

Ini Tentang Dunia Kita, Dunia Antara Kau dan Aku

Dengan asma sang kekasih

Sabtu, 26 Februari 2011

KEBIASAAN SEHAT UNTUK HIDUP BAHAGIA



1.SARAPAN PAGI
Riset menunjukan orang yang sarapan pagi cenderung mendapat lebih banyak asupan gizi dan vitamin. Makan pagi mencegah lapar hingga jam makan siang menjelang. Sarapan pagi meningkatkan kejernihan berpikir, perhatian dan kinerja pada tes prestasi. Orang yang biasa sarapan pagi akan lebih sehat secara fisik maupun mental.
2. Olahraga
Sudah tidak bisa dipungkiri, olahraga merupakan salah satu solusi hidup sehat, namun seringkali kita mengabaikannya. (saya terutama), menurut National Cancer Institute manfaat Olahraga antara lain:
- membantu mengendalikan berat badan
- menjaga tulang, otot, dan sendi sehat
- menurunkan resiko mengembangkan t ekanan darah tinggi dan diabetes
- meningkatkan kesejahteraan psikologis
- menurunkan resiko kematian dari penyakit jantung
- menurunkan resiko kematian premature
studi-studi lain menghubungkan olahraga dengan penurunan resiko kanker tertentu dan dapat membantu orang berpikir dan bergerak lebih baik, mengelola stress, memperbaiki perasaan dan mendapatkan peningkatan energi.
3. tidur yang cukup
tidur sangat penting untuk kesehatan dan mental yang baik serta kesejahteraan emosional. Kurang tidur akan memberikan efek negative, dapat mempengaruhi ingatan, pembelajaran dan penalaran logis. Untuk itu pastikan tidur paling sedikit 7 sampai 10 jam setiap malam.
4. konsumsi ikan dan asam lemak omega 3
ikan merupakan sumber protein yang baik bagi tubuh. Berbagai penelitian menunjukkan ikan yang mengandung asam lemak omega 3 dapat mengurangi resiko kanker, jantung, menenangkan system imun dan manfaat lainnya.
5. meningkatkan dan menjalani hubungan social
aktivitas ini bermanfaat baik untuk kesehatan fisik maupun kesehatan mental, ikatan social memberi manfaat sebagai berikut:
- saling memberi informasi
- memberi bantuan
- dukungan emosional
- memberi rasa ikut memiliki
ikatan komunitas dapat membantu meningkatkan fungsi mental, aktivitas ini membantu pikiran aktif dan mempertahankan kadar serotonin, zat kimia otak yang terkait perasaan.
6. Jalan kaki
7. minum air putih yang banyak
8. tekuni hobi
9. buat rencana
10. minum the

MEMPENGARUHI JIWA ANAK

Anak adalah anugrah, titipan dari Allah yang harus kita jaga. Sebagai amanah bagi orangtua, tentu saja kita harus mendidiknya dengan baik agar ia menjadi qurratu’ain (penyejuk mata dan pembahagia jiwa) bagi kita sebagai orangtuanya. Tidak dapat kita pungkiri sebagai orang tua kita menyimpan banyak harapan buat anak kita, bukan ingin membebani anak dengan harapan-harapan itu, tetapi ingin mereka (anak-anak) kita menjadi penyejuk dan pembahagia jiwa kita.

Untuk mewujudkan harapan kita menjadikan anak kita sebagai qurratu’ain (penyejuk mata dan pembahagia jiwa), tentu saja kita memerlukan usaha dan harus tetap belajar memperkaya khazanah kita dan terbuka terhadap perkembangan zaman.



Kita seringkali menyalahkan anak apabila anak kita bertindak tidak sesuai dengna pa yang kita harapkan, padahal apa yang anak kita lakukan adalah pencerminan diri kita sebagai orangtuanya. Perilaku anak merupakan cerminan diri kita, oleh karena itu sikap dan tingkah laku anak adalah sebagai instropeksi buat kita.

Al Ghazali mengisyaratkan dalam ungkapannya “setiap anak dapat menerima segala macam bentuk ukiran, dan selalu condong kepada hal-hal yang menjadi kecenderungannya atau kepada setiap apa yang dikatakan kepadanya. Seandainya kita mengajarkan anak-anak kita dan membiasakan kebaikan, niscaya mereka akan tmbuh dengan hal demikian, merasakan kebahagiaan di dunia dan akhirat, dan kita juga akan berbahagia dengan dan bersama mereka, tetapi jika kita membiarkan tumbuh seperti binatang nscaya mereka akan sengsara dan hancur dan kita juga akan sengsara dan hancur bersama mereka dan menanggung dosa di pundak kita disebabkan tidak melakukan pemeliharaan dan tanggungjawab yang diwajibkan kepada kita atas mereka”

Anak ibarat kertas putih, yang bisa kita gambar, kita tulis sekehendak hati kita, fitrahnya masih suci belum terkotori apapun. Apa yang kita tanamkan pada anak itulah yang akan menjadi bekal dikemudian hari ketika anak kita dewasa. Fase anak-anak merupakan fase perkembangan yang paling penting, para ahli sering menyebutnya sebagai fase Golden Age. Karena pada masa itulah diletakan dasar-dasar pendidikan dan pengajaran anak.

Berikut ini ada 25 cara mempengaruhi jiwa dan akal anak yang saya kutip dari buku dengan judul yang sama karya Muhammad Rasyid Dimas yaitu :
1.temanilah anak anda dan jadilah teladan baginya.
2.penuhilah hak-haknya
3.tanamkan kebahagiaan dan kesenangan dalam jiwanya
4.coba praktikkan cara “barangsiapa yang dahulu melakukan ini, maka baginya ini dan
ini.
5.bermainlah dengan anak Anda dan belikan mainan untuknya.
6.gunakan cara “tidak ada yang menghalangimu untuk mengatakannya “terhadapnya.
7.kembangkan kepercayaan dirinya.
8.gunakanlah cara”Dialah sebaik-baiknya anak dalam menyikapinya.
9.jadikanlah ia menyukai kebaikan dan menghindari keburukan
10.biasakanlah anak anda dengan kebaikan
11.Responlah kecenderungannya
12.tentukanlah waktu yang tepat untuk memberikan pengarahan kepadanya
13.lakukanlah tahapan dalam memberikan pengarahan, pembebanan dan perintah
kepadanya.
14.berkatalah terus terung kepadanya, tanpa ditutup-tutupi atau berputar-putar
15.berbicaralah sesuai kemampuan akalnya
16.gunakan kepadanya cara “tidak ada yang menghalangimu wahai anakku
17.latihlah indranya dengan eksperimen –eksperimen praktis
18.doronglah untuk menjadikan Rasulallah sebagai teladan
19.praktikkan kepadanya sikap “mendengar reflektif” yaitu mendengar secara efektif
dan aktif agar dapat menyimpulkan apa yang terjadi pada anak, mengulang menyebut
perasaannya sehingga dapat membantunya menyatakan perasaannya.
20.berdoalah yang baik untuknya
21.latihlah mendidik dengan berbagai kejadian
22.sibukkanlah waktu luang dengan hal-hal yang bermanfaat
23.penuhilah untuknya aktifitas-aktifitas yang mengembangkan kecerdasannya
24.gunakanlah pola pendidikan dengan mau’izhah artinya pola pendidikan yang
disertai bimbingan dan nasehat .
25.gunakalah cerita dalam menanamkan nilai-nilai dan dan berbagai keutamaannya

Sejujurnya, tulisan ini dibuat bukan untuk mengatakan bahwa saya telah menjalankan seluruh hal tersebut diatas, saya hanya manusia biasa, yang sedang belajar untuk bisa memahami dan mendidik anak saya dengan baik. Tulisan ini hanyalah sekedar motivasi untuk diri saya sendiri. Beberapa hal mungkin saya masih melakukan kesalahan, tapi setidaknya kita bisa berbagi pengetahuan.

Sumber : Muhammad Rasyid Dimas, 25 cara mempengaruhi jiwa dan akal anak, Pustaka Alkautsar, 2006

Jumat, 25 Februari 2011

Siapa Nenek Nabi Muhammad Saw..?



seperti biasa, sebelum tidur saya selalu membacakan atau menceritakan kisah-kisah atau dongeng-dongeng sebagai pengantar tidur, yang menjadi favourite hafiz adalah kisah dalam Surat Alfiil, menjadi menarik karena dalam surat itu ada burung dan gajah. Ketika bercerita tentang surat Al Fiil saya selalu menyambungkannya dengan kisah kelahiran Nabi Muhammad Saw, sampai Hafiz bertanya tentang ibunya, bapaknya, kakeknya, pamannya dan tiba-tiba dia bertanya siapakah nenek Nabi Muhammad? pertanyaan yang tidak saya perkirakan, namun membuat saya berpikir.. ya selama ini kita hanya mengenal ibu, bapak, paman, kakek, sedang neneknya? sampai saat ini pun saya tidak tahu.

pertanyaan Hafiz membuat saya menekuri literatur-literatur tentang sejarah dan biografi Muhammad, namun hasilnya.. saya tetap belum menemukan siapa sebenarnya Nenek Nabi Muhammad?

Membicarakan nenek moyang (nasab) Nabi Muhammad saw sangat penting, setidaknya karena dua hal, pertama, adanya klaim (nasab) sepihak yang merujuk pada Nabi Ibrahim as dari bangsa Yahudi. Misalnya bisa kita lihat dari klaim bangsa Yahudi bahwa yang “dikurbankan” oleh Nabi Ibrahim adalah Nabi Ishaq.

Kedua, untuk membuktikan adanya estafet risalah kenabian Muhammad saw dari nenek moyang nabi terdahulu, khususnya dari Nabi Ibrahim as. Seperti yang kita baca dari beberapa ayat Al Qur’an berikut ini, agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad saw bersumber dari agama Ibrahim as.

Ibrahim bukanlah seorang Yahudi atau seorang Nasrani, melainkan seorang hanif dan Muslim. (Ali Imran/3:67). Kemudian kami wahyukan kepada engkau (Muhammad), “Ikutilah agama Ibrahim secara hanif.” (An Nahl/16:123). Katakanlah (olehmu, Muhammad), “Sesungguhnya Tuhanku telah menunjukkan aku ke jalan yang lurus, yaitu agama yang tegak, agama Ibrahim yang hanif.” (Al An’am/6:161).

Bukti nyata dari runtutan agama dari Nabi Ibrahim as kepada Nabi Muhammad saw adalah pewarisan ibadah haji yang jejaknya ditorehkan oleh Ibrahim dan keluarganya (Hajar dan Ismail). Sofa-Marwah, kurban, zamzam, Mina, Muzdhalifah, Arafah adalah kata-kata kunci yang kini menjadi tradisi penting dalam haji.

Demikian pula, Ka’bah—rumah ibadah pertama kali yang didirikan untuk umat manusia (Ali Imran/3:96)—yang dibangun (kembali) oleh Nabi Ibrahim as dan Nabi Ismail as (Al Baqarah/2:127), kini menjadi sentral ibadah umat Islam. Bukan saja sebagai tempat thawaf dalam ibadah umrah dan haji, melainkan juga menjadi kiblat dalam ibadah shalat umat Islam sedunia.

Bagaimana nasab Nabi Muhammad saw sampai Nabi Ibrahim as? Para ahli sejarah sepakat bahwa Nabi Muhammad saw adalah keturunan Nabi Ibrahim as (lewat jalur Nabi Ismail as). Tetapi terjadi perselisihan berapakah nenek-nenek beliau di antara Ismail dengan Adnan. Kata setengahnya banyaknya 40 orang, setengahnya pula mengatakan 7 orang. Berkata Abu Abdullah Al-Hafidzh: “Tentang berapakah bilangan nenek-nenek moyang Rasulullah sejak dari Adnan menjelang Ismail dan Ibrahim itu tidaklah ada suatu riwayat yang muktamad.” (Hamka, Sejarah Umat Islam).

Tetapi sebagian ahli sejarah memberi data bagaimana sambungan antara Adnan sampai Nabi Ibrahim as, diantaranya: Adnan adalah Ibnu Ad bin Humaisi bin Salaman bin Aush bin Basuz bin Qumwal bin Ubay bin Awwan bin Nasyid bin Haza bin Baldas bin Yadlaf bin Thabikh bin Jahim bin Nasyid bin Makhi bin Iyadl bin Abqar bin Ubaid bin Ad Da’a bin Hamdan bin sunbur bin Yatsribi bin Yahzan bin Yalhan bin Arawa bin Iyadl bin Disyan bin Aishir bin Afnad bin Aiham bin Magshar bin Nahits bin Zarah bin Sama bin Maza bin Audlah bin Iram bin Qidar bin Ismail as bin Ibrahim as (Syaikh Shafiyyur Rahman Al Mubarakfury, Sejarah Hidup Muhammad – Sirah Nabawi).

Bahkan silsilah itu oleh dilanjutkan sampai Adam as, meskipun ini oleh Syafiyyur Rahman dianggap bahwa di dalamnya terdapat perkara-perkara yang tidak benar. Adapun silsilah Nabi Ibrahim as sampai Adam as yang dimaksud adalah; Ibrahim bin Tarih bin Nahur bin Asragh bin Arghu bin Falikh bin Abir bin Syalikh bin Arfakhsyad bin Sam bin Nuh as bin Lamik bin Mattusyalakh bin Akhnukh (Idris as) bin Yarid bin Mahlail bin Qayin bin Anus bin Syits bin Adam as. (Abu Muhammad Abdul Malik bin Hisyam Al Muafiri, Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam Jilid I, Darul Falah,, Jakarta, 2004).

Jika silsilah dari Nabi Ibrahim as sampai Adnan terjadi perselisihan pendapat (apalagi dari Adam as sampai Ibrahim as!), maka ahli sejarah sepakat tentang nasab Nabi Muhammad saw sampai Adnan, dengan runtutan sebagai berikut: Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muthalib (Syaibah) bin Hasyim (Amru) bin Abdi Manaf (Mughirah) bin Qushay (Zaid) bin Kilab bin Murrah bin Ka’b bin Lu’ay bin Ghalib bin Fihr (darinya penisbatan kabilah Quraish) bin Malik bin Nadhar bin Kinanah bin Khuzaimah bin Mu’id bin Adnan.

Jalur keturunan dari garis keturunan Ismail ini oleh para ahli sejarah digolongkan dalam kelompok Arab Musta’ribah, yang dinamakan juga Arab Adnaniyyah. Sedangkan dua golongan bangsa Arab lainnya adalah Arab Ba’idah, yaitu kaum Arab terdahulu yang rincian sejarah mereka tidak dapat diketahui secara sempurna seperti kaum Ad, Tsamud Thasam, Amlaq. Golongan lainnya adalah Arab Aribah, yaitu kaum Arab yang berasal dari garis keturunan Ya’rib bin Yasyjib bin Qahthan, yang disebut Arab Qathaniyyah, yang bertempat di Yaman dengan dua kabilah yang terkenal, yaitu Humair dan Kahlan. (Syaikh Shafiyyur Rahman Al Mubarakfury, Sejarah Hidup Muhammad – Sirah Nabawi)

Keistimewaan Keluarga Nabi Muhammad saw.

Dengan mempelajari nasab Nabi Muhammad saw, maka kita kana menemukan beberapa keistimewaan:

1. Jalur dari Nabi Ibrahim as. “Sesungguhnya Allah telah memilih Ismail di antara anak Ibrahim, kemudian memilih Kinanah di antara anak keturunan Ismail, kemudian memilih Quraisy di antara Bani Kinanah, kemudian memilih Bani Hasyim di antara Bani Kinanah, kemudian memilih aku di antara Bani Hasyim.” (HR Muslim dan Tirmidzi)
2. Keluarga Terhormat dan Terbaik. Dari Abbas bin Abdul Muthalib, ia berkata bahwasanya Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya Allah telah menciptakan makhluk, lalu menjadikan aku termasuk dari kelompok mereka yang terbaik. Kemudian, dipilihlah kabilah-kabilah, maka Dia menjadikan aku termasuk kabilah yang terbaik. Kemudian dipilihlah keluarga-keluarga, maka Dia menjadikan aku termasuk dari keluarga yang terbaik. Maka saya adalah orang yang terbaik di antara mereka, dalam hal pribadi dan keluarga.” (HR Tirmidzi).

Keistimewaan keluarga Nabi Muhammad saw, bisa dilihat dari sisi singgungan mereka dengan Mekkah (kota suci yang melegendaris) dan Ka’bah (bangunan suci yang juga melegendaris). Mulai dari menghidupkan dan meng-kota-kan Mekkah (dengan air zamzam yang terpancar dari tanah di atas kaki bayi Ismail, akan menjadi sumber kehidupan manusia), pembangunan (kembali) Ka’bah oleh Ibrahim dan Ismali berikut tradisi haji dan pemeliharaan ka’bah dari segala aspeknya secara turun temurun oleh nenek moyang Nabi Muhammad saw. Ini bisa kita lihat dari peran mereka masing-masing sebagai berikut:

1. Qushayy bin Kilab (400 M). Dialah penggagas komunitas (ditandai dengan bangunan) di sekitar Ka’bah, termasuk tempat bernama Dar An-Nadwah, sebagai tempat bertemunya para pembesar-pembesar Mekkah.
2. Pemegang jabatan-jabatan penting seputar Ka’bah: (penjaga pintu Ka’bah = juru kunci)
* Siqayah (penyedia air tawar).
* Rifada (pemberi makanan).
* Nadwa (pemimpin rapat tiap tahun musim)
* Liwa’ (penjaga panji-panji)
* Qiyada (pemimpin pasukan perang)
3. Abdul Manaf (430 M). Keluarga ini mendapat bagian untuk mengurus persoalan air dan makanan. Sedangkan keluarga Abdur Dar (saudaranya) bertugas memegang kunci, panji, dan memimpin rapat.
4. Hasyim (464 M). Dialah pemegang urusan air dan makanan. Pengancur masyarakat untuk menafkahkan hartanya untuk memberi makanan pada peziarah ka’bah. Juga semakin meng-kota-kan Mekkah.
5. Abdul Muttalib (495 m). Penerus urusan pembagian air dan makanan. Penggali (kembali) sumur Zamzam yang terpendam. Pada masa beliau, terjadi penyerangan Ka’bah oleh Abrahah. (Muhammad Haikal, Sejarah Hidup Muhammad)

karena sistem Arab tidak mengenal Matriliniar, maka sulit sekali melacak kisah atau biografi mengenai Nenek Nabi Muhammad, dari beberapa sumber dapat diketahi bahwa Nenek nabi Muhammad s.a.w ialah Nama Nenek Nabi MUHAMMAD SAW dari Bapak adalah Fatimah binti Umar Al-Makhzumiyah sedangkan dari pihah ibu adalah Burrah binti Abdul U’za’ bin Utsman bin Qushay bin Kilab bin Murrah (wallahu'alam bis showab)

sumber
- http://pojokkata.wordpress.com/2007/06/29/nenek-moyang-nabi-muhammad-saw/
- http://epondok.wordpress.com/2008/10/29/soalan-siapakah-nama-nenek-
nabi-muhammad-saw/
- http://marawisbaitussalam.blogspot.com/2010/06/biografi-nabi-muhammad-saw.html

Kamis, 24 Februari 2011

dari bunda untuk hafiz



Engkau mengira bunda menyimpan kemarahan krn tiada alasan? Jangan salah sangka nak, bunda marah karena cinta, bunda menangisimu karena cinta, semua yang bunda lakukan juga karena bunda mencintaimu (sangat). Tahukah engkau nak, engkau adalah amanah Tuhan yang harus bunda jaga dengan sebaik-baiknya penjagaan, bunda tak pernah berharap banyak padamu, bunda hanya ingin memberikan yang terbaik sebagaimana Tuhan menganugrahkan kepada bunda seorang putra yang istimewa, jangan pernah kamu membenci bunda sedemikian rupa, jangan pernah menyimpan kemarahan buat bunda.. Sungguh itu memberi bunda seluruh kepedihan.. Tahukah engkau, bunda tak pernah berharap kau membalas bunda dengan gemerlapnya dunia, nilai-nilai sekolah yang bagus atau apapun, bunda hanya ingin kau bisa tersenyum untuk bunda setiap hari.. Itu cukup! Apakah bunda terlalu banyak mengekangmu nak? Tidak.. Bunda memberi banyak kebebasan, bunda memberi banyak ruang untuk berekspresi bunda hanya ingin kau tahu, kapan waktunya untuk berhenti. Bunda tak pernah membebanimu dengan kewajiban-kewajiban yg tak mungkin sanggup kau jalankan.. Bunda hanya ingin kau mengerti, dalam hidup selalu ada kewajiban dan hak.. Dan bunda harap kau lebih mendahulukan kewajiban sebelum meminta hak.
Bunda selalu disini, menemanimu dalam suka dan dukamu, dalam sedih dan bahagiamu bahkan saat oranglain tak menghiraukanmu, bunda selalu menyediakan banyak ruang untukmu, banyak pelukan dan cinta, bunda selalu menyertakan namamu dihadapan Tuhan baik kau pinta ataupun tidak... Masih belum cukupkah yang bunda beri? Masih tegakah kau menyakiti bundamu yang tak berdaya ini?
Cinta bunda sepenuh hati untukmu..

Kamis, 17 Februari 2011

KARENA ASI ADALAH HAK ANAK




Belakangan ini kembali mencuat pemberitaan mengenai hasil penelitian IPB mengenai susu formula yang terkontaminasi bakteri sakazakii (enterobacter Sakazakii). Penelitian yang dilakukan antara tahun 2003 hingga 2006 menemukan adanya kontaminasi enterobacter sakazakii sebesar 22,73 persen dari 22 sampel susu formula yang beredar, penelitian sendiri dilansir tahun 2008 dan IPB tidak bersedia menyebutkan merk susu yang dimaksud.
Melalui Putusan Mahkamah Agung No. 2975/K/Pdt/2009 yang menguatkan putusan-putusan sebelumnya memutuskan agar pemerintah, Badan POM dan IPB mengumumkan merk-merk susu yang terkontaminasi tersebut, meskipun pihak-pihak yang terkait tersebut diatas sampai saat ini tidak (belum) mengumumkan hasil penelitian tersebut. Hal ini tentu saja menimbulkan keresahan bagi masyarakat, karena khawatir susu yang dikonsumsi anak-anak balitanya terkontaminasi.
Tiba-tiba saja saya jadi ingat, saya melahirkan di awal tahun 2006, jika demikian maka ada kemungkinan saat itu susu yang dikonsumsi anak saya terkontaminasi bakteri sakazakii. Yang terjadi pada anak saya saat itu adalah dia harus dirawat di rumah sakit karena sakit panas dan diare yang menyebabkan dehidrasi, sehingga memerlukan perawatan dokter. Benarkah sakitnya anak saya waktu itu disebabkan karena Alergi Susu Formula seperti yang disebutkan oleh dokter anak yang memeriksanya? Apakah ada kemungkinan Karena susunya terkontaminasi bakteri sakazakii? Entahlah…
Setiap meminum susu formula (seingat saya pernah 3 kali memberikannya sebagai penunjang ASI), selalu anak saya memerlukan perawatan rumah sakit karena diare terus menerus dan dehidrasi. Sejak itu saya memang tidak pernah memberikan susu formula merk apapun, karena bagi saya ASI tetaplah hal terbaik yang harus diberikan kepada anak kita.
Saat ini saya berpikir, mengapa mesti resah jika pemerintah, IPB atau Badan POM tidak juga memberikan keterangan dan mengumumkan merk-merk susu tersebut? Mengapa mesti menunggu sesuatu yang tak pasti? Pemerintah dengan berbagai alasannya tetap saja akan menunjukkan ketidakpeduliannya terhadap masyarakat, khususnya masyarakat bawah, haruskah kita tetap menunggu dan berharap?lalu siapa yang mesti peduli terhadap anak-anak kita?siapa yang peduli terhadap bayi yang baru kita lahirkan? Hanya kita sebagai ibunya.
Allah telah memberikan perintah kepada kita, kaum ibu untuk memberikan ASI kepada anaknya sampai usia 2 tahun seperti yang tercantum dalam Al-quran Surat Al Baqarah ayat 233.
“para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Dan kewajiban ayah member makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara ma’ruf………………………”
Ayat tersebut menekankan ASI itu sangat penting, karena usia 2 tahun pertama adalah masa golden age, masa penting dalam perkembangan anak.

Fenomena yang berkembang saat ini adalah Ibu-ibu muda khususnya tidak mau memberikan ASI kepada anak-anaknya dengan berbagai alas an, sehingga diperlukan adana duta-duta ASI dan peraturan perundang-undangan yang mengatur tentang itu.
Penelitian itu sangat bermanfaat kiranya buat kita, dan sebagai muslim yakinlah kita bahwa Islam telah mengatur sisi kehidupan kita dengan sempurna, aturan-aturannya memberikan kebaikan bagi kita semua, kita tidak perlu resah jika pemerintah tidak mau mengumumkan merk-merk susu formula, bukankah ASI lebih penting daripada susu formula?dan secara financial lebih ekonomis karena tidak perlu membelinya? Yakinlah wahai para ibu ASI adalah hal terbaik buat anak dan hak anak yang harus kita berikan.

Sumber : http://www.detik.com
http://www.vivanews.com
http://www.parentingislami.wordpress.com
http://www.kompas.com

yang kuinginkan....


Aku tak pernah meminta padamu
Membangunkan istana berlantaikan pualam sebagaimana sulaiman membangun istana untuk ratu saba
Aku tak pernah memohon padamu menghadiahkan gunung emas yang dapat kutambang setiap waktu, setiap aku inginkan
Yang aku inginkan
Kau memberiku kelembutan sebagaimana kue tart yg dapat kunikmati setiap hari
Menyapaku dengan cinta yg mempesona
Menghadiahiku senyuman
Memberiku kesabaran dan perlindungan
Memenuhi hari-hariku dengan perhatian dan kasih sayang tulus
Dan bukan hanya kata-kata yg menghiasi bibir
Bukan hanya dusta
Bukan hanya amarah dan prasangka
Aku hanya ingin kau mengerti apa yang kuinginkan..

Itu pun kalau kau mau tau....

Only You



Aku tak pernah berpikir mencintaimu, bahkan cuma sekedar berharap, namun kebersamaan yg kita jalani memberiku rindu saat tiada bersamamu. Aku bahagia bersama, aku menjadi diriku, aku merasa sangat damai.....
Dalam shalat yg selalu kita tunaikan bersama aku menitip harapan pada Tuhan kiranya Tuhan memberi kebaikan atas perasaan yg tumbuh tanpa kuduga, aku kira aku mencintai, ternyata lebih dari itu aku menyayangimu setulus hatiku. Kuasamu atas hatiku mengurungku dengan cinta yang hanya satu, untukmu...
Kisah kita mungkin hanya kita saja yang tahu, bagaimana kita menjalani kebersamaan, menikmati hidup, melalui hari-hari bersama, hanya kita yg tahu dan aku menyimpan semua kenangan itu jauh didalam hatiku, disuatu tempat yg hanya aku peruntukkan untukmu, bahkan saat kita terdiam, saat hanya mata kita yg bicara aku mash merasakannya, setidaknta sampai saat ini..
ketika waktu belasan tahun berlalu... Sungguh tak pernah sanggup aku hidup dengan semua perasaan ini, aku tak pernah jatuh cinta untuk kedua kalinya....
Hanya kamu selamanya...

Jumat, 11 Februari 2011

kehilangan

bagaimana rasanya kehilangan sesuatu yang berharga menurut kita? sedih, tentu saja.. tapi siapa pula yang sanggup melawan takdirNya?

begitulah cerita ini bermula, kehilangan sebuah HP yang kita inginkan (belum lama pula), dibeli dari hasil kita mengumpulkan uang beberapa bulan lamanya.. hilang dalam hitungan detik, raib entah kemana. Akankah itu menjadi sebuah trauma? tentu saja tidak, aku malah berniat untuk membeli gadget yang lebih bagus...:)

meskipun sebenarnya sedih juga tapi apa hendak dikata, aku percaya semua ini adalah kehendakNya, dan tentu saja ada kebaikan dan hikmah dibalik sebuah peristiwa. Aku hanya belajar untuk mengikhlaskan (walupun ternyata susah).

sore itu sepulang kerja, aku dan temanku-sofie- pergi ke Pameran Buku di Landmark Braga, dengan harapan tidak terlalu crowded, rencananya sih hanya untuk survey aja sama lihat-lihat siapa tahu ada buku yang menarik (dan ternyata begitu banyak buku yang menarik dengan harga miring), disebuah stand akhirnya aku memutuskan untuk membeli beberapa buku karena harganya cukup murah, kebayang dong.. The Historian yang semula harganya Rp. 139.000,- dijual dengan harga Rp. 55.000,00 blum lagi buku-buku keren lainnya, dan akhirnya memang aku memutuskan untuk membeli beberapa buku.

ketika membayar di Kasir, baru sadar kalo HP ku telah raib entah kemana... Kaget? tentu saja, bagaimana paniknya aku waktu itu, entahlah... yang ada aku kaget, sedih, dan semuanya terasa campur aduk seperti es campur.. aku harus memaksakan diri untuk menyadarinya, untuk tak menyesalinya, semua telah terjadi, ibarat nasi telah menjadi bubur dan waktu takkan berulang..

akhirnya aku memutuskan untuk pulang dan mengucapkan selamat tinggal untuk HP ku...
sambil mengajukan proposal untuk Tuhan, Tuhan beri aku gadget yang lebih canggih dan keren...wakwakwk.....


itu BB ku yang hilang...

dan ini adalah gadget yang aku inginkan..