Laman

Ini Tentang Dunia Kita, Dunia Antara Kau dan Aku

Dengan asma sang kekasih

Selasa, 06 April 2010

Dalam cinta ku temukan air matanya….

Seorang teman mengeluh padaku berkenaan dengan kisah cintanya yang tak semulus jalan tol, aku pun menampung air matanya dalam mangkuk jiwaku dan menampung keluh kesahnya di kedalaman bathinku, dan aku tak mampu memberikan jawaban atas pertanyaan-pertanyaannya.
“ kenapa aku harus jatuh cinta padanya jika ia akan menyakitiku?” katanya disela isaknya yang mengharu biru perasaan. Aku hanya diam mencari jawaban yang tepat agar lukanya tidak semakin menganga.
“cinta itu soal hati, dan hanya hatimu yang mampu menjawab pertanyaanmu sendiri” gumam bathinku dan tak ingin ku ucapkan.
“Cinta itu anugrah dari yang Maha Kuasa, jika kamu mencintainya itu artinya cinta telah menunjukmu untuk mengikutinya, dan Tuhan memilihmu untuk mengemban amanatNya, menebar kasihNya. Dan, kau memilihnya disebabkan karena ada sesuatu dalam dirinya yang menarik perhatianmu yang membuatmu harus membagi cinta atas Tuhanmu sendiri, Sang Pemberi Cinta. Jangan salahkan ia jika ia membuatmu menangis, barangkali kamu terlalu berlebihan memberikan hatimu padanya, atau barangkali dia bukan orang yang tepat untuk kau cintai sedang kamu mencintainya berlebihan” Jawabku dengan ketakutan kata-kataku akan menyakitinya.
Lalu dia bertanya lagi, “ Bukankah cinta itu tak pernah salah?”
“Ya! Cinta tak pernah salah, hanya waktu dan tempat saja yang tidak tepat. Atau kau tak mampu mengendalikan perasaanmu sendiri” Tapi aku tak sanggup untuk mengatakannya.
Aku sendiri bingung berkata-kata lagi, aku hanya bisa menampung air matanya yang semakin deras mengalir. Aku tak ingin menyalahkan siapapun berkenaan dengan kisah tragis yang menimpanya. Aku tak ingin menyalahkan dia yang menderita karena kesalahannya sendiri yang tak bisa menjaga perasaannya, aku tak ingin menyalahkan dia yang membuat temanku menangis yang disebabkan karena cintanya yang tak bersambut, pun demikian, aku tak ingin menyalahkan Tuhan yang telah memberikan cinta kepada temanku sehingga membuatnya menderita, sebab tentu Tuhan tahu apa yang dilakukanNya, hanya saja kesalahan kita adalah tidak mau mengerti dan memahami kehendakNya. Dan itu juga yang membuat temanku menangis……..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Yuukk di komen-komen yaa...