Laman

Ini Tentang Dunia Kita, Dunia Antara Kau dan Aku

Dengan asma sang kekasih

Minggu, 25 September 2011

Braga Festival 2011

Braga Festival merupakan acara tahunan Kota Bandung, tahun ini penyelenggaraannya berbarengan dengan HUT  Kota Bandung ke 201 yang jatuh pada tanggal 25 September 2011. Braga Festival 2011 mengambil tema "Balik Bandung" digelar di sepanjang Jalan Braga dan Jalan Cikapundung timur. Sebagai event tahunan, Braga Festival selalu dipadati oleh pengunjung. Braga Festival diselenggarakan sebagai upaya untuk menghidupkan Jalan Braga yang secara historis pernah mendapat julukan sebagai "De meest Europeessche winkel straat van Indie" (Jalan Perbelanjaan Bangsa Eropa Terkemuka Di Seluruh Hindia Belanda). Kini jalan braga merupakan kawasan open heritage sekaligus bisnis di Kota Bandung yang memiliki daya tarik wisatawan domestik maupun mancanegara.

foto apa ya ini??
anak-anak sedang belajar seni karinding
Acaranya sendiri telah dibuka oleh Dada Rosada (Walikota Bandung) pada tanggal 23 September 2011 dan hari ini adalah hari terakhir penyelenggaraannya, so sayang banget kan kalo dilewatkan??  Sebagai pesta budaya, festival ini menyuguhkan berbagai macam ekspresi kreatif mulai dari seni, musik, gaya hidup, busana, hobi dan wisata kuliner. Braga Festival 2011 dibagi menjadi tiga area, yaitu Braga panjang, Braga pendek dan Cikapundung Timur. Di sepanjang jalan Braga panjang diisi oleh para seniman, catwalk on the street, serta berbagai komunitas. Sementara jalan Braga pendek dipakai untuk area sawah, pameran produk kreatif dan kerajinan. Terakhir, jalan Cikapundung Timur digunakan sebagai area pasar tradisional dan kuliner.

sawah dan bebegig di depan Gedung Sarinah
menikmati jepretan karya WFB
Kami mengawali perjalanan festival ini dengan memasuki Museum Asia Afrika di Jl. Asia Afrika, sekedar untuk memperkenalkan kepada Hafiz bahwa ditempat ini dahulu Indonesia memiliki peranan penting dalam percaturan perpolitikan dunia, ditempat ini sejarah Asia Afrika dikibarkan. Lalu kami melanjutkan perjalanan ke Jalan Cikapundung Timur, menikmati berbagai jajanan khas sunda khususnya dan berbagai inovasi  kreatif bahan pangan lainnya, dan kemudian melanjutkan ke Jalan Braga panjang tempat berbagai pertunjukan kreatif lainnya diselenggarakan. Karena ini hari terakhir, pengunjung membludak dan menimbulkan kemacetan dibeberapa ruas jalan, dari beberapa titik yang paling padat dikunjungi adalah di Jalan Braga panjang yang menampilkan para seniman dan komunitas,  pada saat itu yang sedang digelar adalah seni karinding, kecapi suling, pementasan beberapa band indie. Dari beberapa komunitas yang kami kunjungi adalah Komunitas Bikers Brotherhood. Terakhir kami menutup perjalanan di Jalan Braga Pendek tempat berbagai produk kreatif dan kerajinan ditawarkan dengan harga yang relatif terjangkau. 


gimana ya rasanya naik moge??
Hal yang menarik di Jalan Braga Pendek (didepan gedung Sarinah) adalah dengan adanya sawah dan orang-orangan sawah atau dalam bahasa sunda disebut "Bebegig". Disepanjang Jalan Braga kita akan langsung menikmati pameran foto dari Wartawan Foto Bandung (WFB) yang dikemas dengan format bambu yang memotret berbagai aktifitas di Kota Bandung dan warganya dari berbagai tema.

Seru dan menarik acaranya meskipun Braga Festival tahun ini tidak semeriah tahun lalu, dimana banyak pula stand-stand yang kosong. Yang menjadi catatan saya dalam perjalanan kali ini adalah:
  1. Jalan. Kondisi jalan Braga banyak yang rusak, batuan andesit yang dipergunakan untuk jalan banyak yang pecah dan itu membahayakan pengendara maupun pejalan kaki.
  2. Bangunan. Banyak bangunan-bangunan peninggalan masa lalu yang harusnya menjadi ikon yang mengingatkan kita kepada kejayaan Braga dalam kondisi rusak dan penuh dengan coretan.
  3. Jadwal. Jadwal acara penyelenggaraan kurang jelas karena tidak mencantumkan waktunya.
At least, secara keseluruhan acaranya oke punya, Bandung dengan segala kreatifitasnya telah menjadi sumber inspirasi sejak dahulu kala dan berharap Braga mampu mempertahankan nilai-nilai historisnya sebagai pusat fashion, perdagangan dan komunitas sebab meskipun jejak kejayaan Braga pada waktu lampau masih terlihat dari bangunan-bangunan tua bergaya Art-deco yang megah dan masih berdiri kokoh di sisi jalan (meski beberapa rusak dan tak terurus) akan tetapi kemeriahan jalan Braga hanyalah tinggal kenangan dengan banyaknya tempat-tempat "nongkrong" alternatif yang lebih nyaman. Para turis lokal kebanyakan lebih memilih singgah di bagian lain Kota Bandung yang menawarkan sesuatu yang lebih menarik, semisal di Paris van Java Mall (PvJ), Cihampelas Walk (Ciwalk) dan wisata belanja, seperti di deretan FO di kawasan Dago, Riau (Jl. L.R.E Martadinata), dan juga di Jalan Cihampelas.

Heem.. perlu kepedulian semua pihak memang agar Braga sebagai bagian dari sejarah Bandung tak hilang dan dilupakan karena peredaran zaman seperti beberapa tempat sejarah lainnya yang sekarang hilang atau telah beralih fungsi.
Jalan (batuan andesit) yang rusak..
sisi lain Braga..

Dari sekian foto hasil jepretan WFB, foto-foto orang gila ini yang menarik perhatianku, sangat humanis dan kereeen..

18 komentar:

  1. Ulasan yang keren!
    jadi sedikit menyesal tidak ke sana.

    BalasHapus
  2. wah!!!! tapi aku ke Bandung tahun depan. Tempat yang bagus untuk dijalani. Sayangnya kondisi jalan, fasilitas dan gedung sudah rusak. Kalau diperbaiki mungkin bandung adalah kota layaknya eropa. (ngarep) Jadi tak perlu jauh-jauh ke eropa :D

    BalasHapus
  3. @Fitri: heeemm.. padahal kita bisa kesana bareng-bareng karena bersama lebih seru..hehehe

    @Reza: gpp tahun depan juga ada kok.. sebab Braga Festival itu event tahunan, siapa tau tahun depan lebih seru...

    BalasHapus
  4. waaaahhhhh.. saya ga sempet maen ke brafest..
    pasti rame.. :)
    emang jalan Braga itu udah rusak. klo mau pke andesit jgn dijadikan jalan umum untuk kendaraan. cocok buat sepeda ontel atau pejalan kaki aja. soalnya kontur tanahnya ga pas.

    BalasHapus
  5. @irma: betul sekali.. suka aneh aku juga.. kenapa Jl. Braga memakai andesit tapi dilalui oleh kendaraan. Barangkali para ahli itu belum terpikirkan atau pola pikirnya yang "blum klik" dengan pemikiran kita sebagai orang awam.. :)

    BalasHapus
  6. keren...., bandung gak ada matinya
    kotanya oke, warganya oke, temen warganya juga gak kalah oke.... hahahahahaha....

    BalasHapus
  7. @Mas Insan; wkwkwkwwkkw... sambil celingak celinguk.. yang mana yaa temen warganya??? iya deeh... iya deeeh... keren memang :)

    BalasHapus
  8. waaaaa. saya kemaren mau kesini,
    cuma kesorean!
    :( nyesel

    BalasHapus
  9. Seru banget pastinya ya mba'!!! Kereeen!!!

    BalasHapus
  10. lami teu ka bandung ceu :D kumaha suasana baraga ayeuna nya..?

    BalasHapus
  11. walaupun panas tapi seruuuu.... menunggu untuk Braga Festival tahun depan, ada apa yaaa????

    BalasHapus
  12. @Hans: makin sore makin seru lho acaranya (katanya) hehehe..

    @Yudhi: banget..banget..banget...

    @Kang Andy: sok atuh kang diantos kasumpinganana di Braga.. Bebek Garang menanti..:)

    @Febry: hahaha.. iya betull... harus bawa air minum se drum yaaa biar ga kehausan..:)

    BalasHapus
  13. festival yang keren :) jadi niat ikutan hadir suatu waktu kelak

    BalasHapus
  14. ditunggu kehadirannya bang Hariyanto..:)

    BalasHapus
  15. Festival ini menurut berita yang saya baca online, wibawanya membuat udara Bandung jadi panas. Seruuuu.. banget.
    Salam sahabat, Jenk.

    BalasHapus
  16. seru.....jalan desek desekan malem minggu nonton Band anak2 di Braga panjang dan Band lainnya

    BalasHapus

Yuukk di komen-komen yaa...