Laman

Ini Tentang Dunia Kita, Dunia Antara Kau dan Aku

Dengan asma sang kekasih

Selasa, 04 Oktober 2011

Bintang

Dapatkah kau hitung ribuan bintang diatas langit sana?
demikianlah cintaku padamu,
tak terhingga
akulah langit itu
memberi ruang untukmu bersinar


jika hari ini langit mendung
bukan berarti selamanya kelabu
tidak berarti langit tak memberi tempat untukmu bersinar
dilangit memang banyak ribuan bintang
tapi hanya satu bintang dihatiku
kaulah pijar itu
kaulah yang bersinar paling terang

lalu haruskah kau meragu untuk  cintaku?
kasih ibu tiada berbatas waktu


12 komentar:

  1. bagus^^

    kunjungi blog saya juga yaaa :)

    BalasHapus
  2. buat siapa puisi ini bunda.?

    buat buah hatinya atau ayah'nya.? hehe.. saya mencoba menebak doang. :)

    nice poems.

    BalasHapus
  3. @Eva: hehehe makasih

    @Bang ROe: buat anak saya pastinya... soalnya dia lagi marah-marah mulu sama ibunya hehehehe...

    BalasHapus
  4. ia memang tak selalu setia menampakkan sinarnya, tapi ia pasti akan tetap ada... :)

    BalasHapus
  5. Sam: pastinya.. selalu ada..:)

    BalasHapus
  6. Untung ditutup dengan kata-kata ini

    "lalu haruskah kau meragu untuk cintaku?
    kasih ibu tiada berbatas waktu"

    soalnya udh keburu ge-er.... hahahahaha..
    salam buat ponakan saya yg ganteng

    BalasHapus
  7. Terima kasih IBU.. jika anaknya lebih dari satu, jangan biarkan salah satu bersinar lebih terang ya mbak Tie.. :)

    BalasHapus
  8. @mas insan: wkakaka...

    @Andro: pastinya.. mereka adalah bintang yang selalu bersinar, setidaknya dihati ibunya hehe..:)

    BalasHapus
  9. Kami para sahabat pun menunggu sinarnya... Aamiin ya Rab..!! :)

    BalasHapus
  10. @Andro: amiiin.. terimakasih

    BalasHapus

Yuukk di komen-komen yaa...