Laman

Ini Tentang Dunia Kita, Dunia Antara Kau dan Aku

Dengan asma sang kekasih

Rabu, 07 September 2011

Aku Meranggas Bersama Terikmu


aku sendiri, meranggas bersama terikmu, 
saat disekelilingku masih memberi hijau, 
daunku berguguran untuk kemudian tumbuh kembali
aku hanyalah ranting tanpa daun yang mungkin takkan lagi memberi arti keindahan


meragu rantingku bersama waktu, 
namun aku tetap setia, 
hingga ranting ranting kering itu tetap memberi makna, 
aku meranggas berkali-kali karena engkau satu, 
dan kuyakini keindahan dalam waktu yang tersembunyi dalam terikmu... 

mentari, terikmu adalah kekuatanku.. 
terikmu, membakar jiwaku, menumbuhkan rinduku pada dedaunan untuk kembali hijau, memberiku kekuatan untuk bertahan, memberi semangat untuk tak menyerah pada kehidupan

aku meranggas bersama terikmu
menyisakan malam-malam yang menggigil tanpa selimut hijau dedaunan
menanti saatnya ketika kemarau panjang berlalu dengan rasa sabar
aku percaya, dedaunan menyimpan rindu yang sama
pertemuan hanyalah soal waktu
dan disini, aku bertahan demi daun-daunku yang menghilang
demi hidupku, demi masa depanku

bukankah tanpa daun aku masih menyimpan pesona? bukankah aku masih tampak indah dengan ranting yang kurus kerontang?rasa syukurku, karena Tuhan masih memberiku kehidupan, masih memberiku kesempatan untuk menumbuhkan daun-daun yang menghilang, aku adalah pohon kehidupan, aku adalah lambang pengorbananan, dan suatu saat hijaunya  memberi keindahan semesta.

7 komentar:

  1. dua jempol untuk mbak Tatie....
    sbg orang awam dlm berpuisi saya sangat menikmati
    wah makin lama makin nge-fans.. hehehehe

    BalasHapus
  2. hehehe.. mas insan ini terlalu memuji, dan saya tersandung berkali-kali..

    terimakasih support nya..:)

    BalasHapus
  3. masih seputaran DAUN yah.? hehe...

    Daun memang jadi selebriti beberapa hari ini. :) hehe...

    BalasHapus
  4. hehehe.. entah nih si DAUN begitu mempesona belakangan ini... :)

    BalasHapus
  5. dan daun2 pohon depan rumahku pun meranggas sudah gara2 puisi ini :D

    BalasHapus
  6. rantingmu tak akan meranggas, daun-daun segar akan bermunculan mempesona. maka biarkanlah aku berteduh dirimbun daunmu. itu pun jika kau mengizinkanku.

    (aku terpesona membaca goresanmu)

    BalasHapus
  7. @ismiaprial: hahaha.. ajaib itu namanya..

    @pa Hafney: tentu saja, karena pepohonan rindang selalu merindukan seseorang yang berteduh dibawahnya

    waaaduuuh.. aku menerimanya sbg pujian dan sangat sangat tersanjung.. terimakash Pa Hafney, aku belajar dari karya-karya Bapak #apalah artinya tulisan saya ini#

    BalasHapus

Yuukk di komen-komen yaa...