Laman

Ini Tentang Dunia Kita, Dunia Antara Kau dan Aku

Dengan asma sang kekasih

Kamis, 19 Mei 2011

Tengoklah Hatimu

Sedari dulu, hal yang paling melekat pada diri perempuan adalah penghayatan atas kehidupan, cinta, masa lalu dan pemahaman atas diri sendiri. Dalam perjalanan kehidupan, aku merasa aku telah meninggalkan diriku, menyesuaikan diri dengan lingkungan, tunduk pada kepura-puraan. Jangan kau kira mudah bagiku untuk melepaskan kepribadian dan berpura-pura, dari dalam lubuk hatiku ada sesuatu yang memberontak, seumpama magma yang menunggu waktu untuk meletus, siap memuntahkan seluruh isi yang terkandung dalam perut bumi. Kepura-puraan ini menyakitkan, dan ketika kita mengetahui, menyadari bahwa kita telah menjadi pribadi yang berbeda, perasaan itu bagai mengiris jiwa. Aku ingin melepaskan topeng ini, tapi terkadang merasa takut, aku tidak siap menerima reaksi yang berlebihan. Aku menjadi gamang, menjadi diri sendiri atau tetap berpura-pura demi kebahagiaan orang lain?

Entahlah, sampai saat ini aku belum memutuskan. Mungkin tetap menjalani karakter yang sekarang. Hidup kadangkala memberi kita pilihan yang sulit. Terlebih ketika kita harus mempertimbangkan pendapat oranglain. Belajar mendengar yang oranglain perbincangan tentang diri kita. Jika pilihan ini adalah yang bisa membuat orang di sekeliling bahagia, mungkin inilah jalan yang ku pilih. Inilah pilihanku.


"Dan kelak, ketika banyak jalan terbentang dihadapan kita dan kita tak tahu jalan mana yang harus kita ambil, janganlah memilih dengan asal saja, tetapi duduklah dan tunggulah sesaat. Tariklah nafas dalam-dalam, dengan penuh kepercayaan, seperti saat kau bernapas di hari pertamamu di dunia, jangan biarkan apapun mengalihkan parhatianmu, tunggulah, tunggulah lebih lama lagi. Berdiam diri, tetap hening, dan dengarlah hatimu, lalu ketika hati bicara, beranjaklah, dan pergilah kemana hatimu membawa " (va dove ti porta il euroe - Susana Tamaro).

ya.. pergilah kemana hatimu menuntunmu. Ketika kita tak mampu untuk memutuskan sesuatu hal dalam hidup, maka bertanya pada hati kita mungkin memberikan salah satu solusi. Setidaknya satu kekuatan untuk memutuskan.

Pergilah kemana hatimu membawa....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Yuukk di komen-komen yaa...