Laman

Ini Tentang Dunia Kita, Dunia Antara Kau dan Aku

Dengan asma sang kekasih

Rabu, 20 April 2011

rapuh


Kehidupan menempatkan aku pada posisi yang sangat kubenci, betapa tidak, menjalani kehidupan tapi tak pernah tau kemana arah yg dituju, berjalan sendirian tak ada tujuan, apa yang hendak aku cari, apa yang aku inginkan, aku tidak pernah benar-benar tahu, ini hidup yang tak pernah aku mengerti. Apa yang salah dalam hidupku? Aku seringkali bertanya, apakah semua keresahan ini karena dosa-dosaku? Jika demikian tolong ampuni aku Tuhan.

Kehidupan memberiku pilihan yang sangat sulit aku jalani, aku ingin berlari meninggalkan, namun sisi lain aku tak ingin beranjak. Hidup ini begitu menjemukan, tak ada yang peduli, tak ada tempat berbagi, tak punya kemudi. Aku telah bersimpang arah, mengharapkan kehidupan yang baik, mengharapkan 1 nakhoda membiduki, memberi pundak saat ingin bersandar, menjadi pelindung saat badai mengantam, menjadi penguat saat kelemahan melanda, kenyataannya aku laksana sampan yang terombang ambing disamudera Nya yang luas, seorang diri, harus berjuang menahan gelombang agar sampan tak karam dilautan, melaju kemudi agar sampai didaratan yang dimimpikan.
Seringkali kukatakan pada diriku sendiri "aku adalah perempuan yang tegar, setegar karang dilautan, tetap kokoh dan kuat dihantam gelombang" tapi kenyataan tetaplah aku seorang perempuan biasa dengan semua kelemahannya. Kekuatan seseorang ternyata tidak terletak pada fisiknya, tapi terletak pada jiwa, ya aku harus memiliki jiwa yang kuat yang tak mudah digerogoti oleh virus kehidupan.


Aku tak tahu apakah semua ini akan berakhir bahagia, atau aku akan meratapi kepedihan?entahlah yang pasti aku tak mau hidup membelengguku dengan kepedihan, aku harus bahagia dan itu seringkali kukatakan pada diriku.
Kebahagiaan ternyata tak terletak pada seonggok materi, tidak didapatkan dari uang yang dengan kerja keras kita cari kemana-mana, kebahagiaan ada didalam hati, ada bagi orang-orang yang bersedia memberikan kesempatan pada dirinya untuk membuka diri, untuk berbagi dan bersyukur. Mungkin aku telah salah memaknai hidup, aku selalu berusaha mewujudkan mimpiku untuk kebahagiaanku, meski ternyata hanya hampa.

Kini kusadari, dengan syukur segalanya menjadi mudah dijalani..

Terimakasih Tuhan....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Yuukk di komen-komen yaa...