Laman

Ini Tentang Dunia Kita, Dunia Antara Kau dan Aku

Dengan asma sang kekasih

Selasa, 19 April 2011

mimpi


Ada sebuah anekdot yang sering kita dengar bahwa "bermimpilah, sebelum mimpi itu dilarang", , ya semua orang punya impian, semua orang berusaha keras untuk mencapai impian, hidup tanpa mimpi serasa hampa, tak memiliki sesuatu yang mesti kita perjuangkan. Adakalanya mimpi kita menjadi kenyataan, namun seringkali berlainan, kita seharusnya mengerti, banyak hal dalam hidup yang tidak bisa kita raih. Banyak mimpi yang tak sesuai dengan kenyataan, tapi itu bukan sebuah alasan untuk mengingkari setiap nikmat dan karunia-Nya, bukan pula membuat kita putus asa.
Memang terkadang, kita dihempaskan oleh harapan dan mimpi-mimpi,seringkali kita terjatuh membangun harapan, dan mungkin berkali-kali... begitulah, karena kita ditakdirkan sebagai Pejuang, maka kita harus selalu berusaha dan terus berusaha untuk meraih mimpi-mimpi kita.


Alkisah ada sebuah cerita disebuah negeri yang entah bernama apa, hiduplah seorang anak dengan ibunya yang miskin, namun si ibu selalu mendorong anaknya untuk terus bersekolah. Pada suatu hari, guru di sekolah memberikan tugas kepada semua murid untuk menuliskan cita-cita setiap murid di sekolah tersebut. Pada hari yang ditentukan tugas tersebut dikumpulkan dan dibacakan didepan kelas oleh sang Guru. Setiap murid menuliskan cita-citanya, ada yang ingin menjadi guru, dokter, tentara, polisi dan lain sebagainya, hingga sampailah sang guru membaca tulisan seorang anak yang menuliskan cita-citanya sebagai berikut:
"saya ingin memiliki sebuah rumah besar diatas bukit, dengan halaman yang luas, menghadap ke Pantai dan dikelilingi oleh kebun mawar yang indah".
Si Anak kemudian di panggil oleh sang Guru dan dijelaskan bahwa impiannya itu tak mungkin, dan si anak harus menuliskan kembali cita-citanya, sampai 3 kali Guru tersebut mengatakan demikian, dan 3 kali pula si anak menuliskan cita-cita yang sama sebagaimana dia tuliskan pertama kali. Si Guru menjadi sangat marah, karena menganggap cita-cita si anak sangat tidak mungkin dan akhirnya Guru tersebut memberikan nilai E untuk anak tersebut.
Bertahun-tahun kemudian, guru tersebut masih mengajar di tempat yang sama, mengajak murid-muridnya untuk berrekreasi ke sebuah rumah yang terletak di sebuah bukit, karena rumah tersebut terkenal dengan keasrian dan keindahan panoramanya.
Akhirnya guru tersebut dan murid-muridnya tiba di rumah itu, ketika sedang mengagumi dan melihat-lihat suasana dan pemandangan di rumah tersebut, guru yang sudah tua itu bertemu dengan seseorang yang disebutkan sebagai pemilik rumah. Orang itu berkata "bu Guru masih ingat saya? saya yang mendapat nilai E ketika diberi tugas oleh ibu untuk menuliskan cita-cita, dan inilah impian saya bu, saya berhasil mewujudkannya" demikianlah ternyata pemilik rumah itu adalah muridnya yang dahulu pernah dia marahi.


Temans, ketika kita memiliki mimpi dan kita selalu berusaha keras untuk mewujudkan mimpi itu, bukan suatu hal yang mustahil mimpi itu dapat kita genggam. Keterbatasan bukanlah halangan untuk kita berusaha. Dengan doa dan usaha semua hal bisa menjadi mungkin kita raih. Jangan pula menjadi putus asa jika kenyataan itu tak sebaik yang kita mimpikan.

Kehidupan memang kejam - sekejam ibu kota hehe - dan kita tak boleh menyerah, kita harus melawan setiap keterbatasan, jika kita pernah terjatuh, kita harus berusaha untuk bangkit, lagi dan lagi dan jangan pula kita berputus asa dari rahmat Allah.. Allah pasti memberi yang terbaik buat kita.. (Semoga kita bisa menjadi orang yang bersyukur dan bersabar. Amiiin).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Yuukk di komen-komen yaa...